Bagaimana Sebenarnya Aspek Hukum Dalam Bisnis Online

No Comments

Dalam melakukan bisnis maupun penjualan dengan cara online, sangat penting sekali kiranya juga memperhatikan aspek hukum dalam bisnis online. Setidaknya yang perlu diperhatikan ialah cara melakukan penjualan di dunia maya. Misalnya saja dalam melakukan promosi, anda perlu membuat merk dagang tersendiri yang terdaftar.

Selanjutnya beberapa hal lain yang perlu diperhatikan diantaranya ialah berkenaan dengan hak Kekayaan Intelektual. Perhatikan peraturan bila ingin memakai gambar orang, produk orang. Berkaitan dengan hubungan pada pihak pembeli, bagaimana menyusun kerjasama atau kontrak dengan supplier perlu disusun strateginya.

Terakhir yang juga tidak kalah penting ialah manakala terjadi hal yang tidak diinginkan seperti menangani penipuan, komplain yang frontal. Walaupun sebagian besar aspek hukum tersebut di atas akan diketahui sendiri oleh para pelaku penjual online, akan tetapi alangkah jauh lebih baik bila hal tersebut juga diketahui sebelum anda memulai bisnis online.

Melihat Aspek Hukum Dalam Bisnis Online (UU No 11 Tahun 2008)

Perkembangan dunia digital, utamanya internet sekarang ini memang sudah begitu mengglobal. Internet saat ini bukan lagi suatu hal yang baru dalam fase pertumbuhan dan juga perkembangan teknologi.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini juga telah membawa banyak sekali perubahan untuk pola kehidupan sebagian masyarakat Indonesia. Pola kehidupan ini terjadi hampir di semua bidang, baik sosial, budaya, perdagangan serta bidang yang lain.

Dalam bidang perdagangan, internet juga mulai banyak di gunakan sebagai media aktivitas bisnis utamanya sebab kontribusinya pada efisiensi. Aktivitas perdagangan lewat media internet ini juga sangat populer disebut dengan electronic commerce (e-commerce). E-commerce ini juga terbagi atas dua segmen yakni business to business e-commerce (perdagangan antar pelaku usaha) serta business to consumer e-commerce (perdagangan antar pelaku usaha dengan para konsumen).

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat ini pastinya menimbulkan adanya suatu gaya baru dalam sistem perdagangan. Beberapa tahun terakhir perdagangan online kian marak terjadi di Indonesia. Sebut saja Kaskus, Bukalapak, shopee, tokopedia, Lazada, hingga online shop yang memakai facebook atau handphone sebagai alat pemasarannya. Tidak sedikit orang yang berlomba untuk meraup keuntungan dan juga pendapatan yang lebih dengan menggunakan teknologi informasi ini.

Tidak bisa di pungkiri lagi, Online Shop saat ini menjadi salah satu alternatif yang paling menarik untuk konsumen untuk berbelanja selain berbelanja dengan cara fisik.

Untuk pelaku usaha, online shop ini di anggap menarik sebab tidak membutuhkan modal yang besar, pasar yang besar sebab internet bisa di akses oleh para konsumen dari seluruh penjuru dunia dan lainnya. Sedangkan untuk para konsumen, berbelanja di online shop ini di anggap lebih menarik sebab harga yang ditawarkan biasanya lebih murah dibanding berbelanja secara fisik.

Akan tetapi dibalik semua kemudahan tersebut, online shop juga masih menyisakan beberapa persoalan utamanya dalam perlindungan konsumen seperti permasalahan terkait penipuan, atau barang yang tidak sesuai dengan yang di tawarkan.

Salah seorang pakar internet Indonesia yaitu Budi Raharjo menilai bahwa, Indonesia mempunyai potensi dan juga prospek yang cukup menjanjikan untuk pengembangan e-commerce. Berbagai kendala yang dihadapi di dalam pengembangan e-commerce ini seperti keterbatasan infrastruktur, jaminan keamanan transaksi dan juga terutama sumber daya manusia dapat di upayakan sekaligus dengan upaya pengembangan pranata e-commerce itu.

Bagaimanapun, kompetensi teknologi serta manfaat yang diperoleh memang seringkali harus melewati proses yang cukup panjang. Akan tetapi dengan mengabaikan pengembangan kemampuan teknologi nantinya akan menimbulkan ekses negatif di masa mendatang.

Keterbukaan dan juga sifat proaktif serta antisipatif adalah alternatif yang bisa dipilih dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi.
Learning by doing merupakan alternative terbaik untuk menghadapi fenomena e-commerce sebab mau tidak mau Indonesia sudah menjadi bagian dari pasar e-commerce global. Walaupun belum sempurna, semua sarana dan pra-sarana yang tersedia bisa di manfaatkan sambil terus direvisi selaras dengan perkembangan mutakhir.

E-commerce saat ini juga telah banyak di pakai seiring dengan meningkatnya pengguna internet yang ada di Indonesia. Menurut data Departemen Telekomunikasi, jumlah pengguna internet di bulan februari 2008 mencapai hingga 25 juta pengguna dan diprediksi akan meningkat mencapai 40 juta pengguna di akhir tahun 2008.

Sebelum keluarnya Undang-undang No.11 tahun 2008 terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), kegiatan yang berkaitan dengan e-commerce diatur dalam berbagai peraturan perundang undangan seperti Undang-undang nomor 12 tahun 2002 terkait Hak Cipta, Undang-undang nomor 15 tahun 2001 terkait Merk, serta Undang-undang nomor 8 tahun 1999 terkait Perlindungan Konsumen dan lainnya.

Kekosongan hukum yang mengatur tentang E-commerce ini juga menimbulkan masalah seperti:

  1. Otentikasi subyek hukum yang menjadikan transaksi lewat internet
  2. Saat perjanjian berlaku dan mempunyai kekuatan mengikat dengan hukum
  3. Obyek transaksi yang diperjualbelikan
  4. Hubungan hukum dan pertanggungjawaban para pihak yang terlibat dalam transaksi baik penjual, pembeli atau para pendukung seperti perbankan, internet service provider (ISP) dan lainnya
  5. Legalitas dokumen catatan elektronik dan juga tanda tangan digital sebagai alat bukti
  6. Pilihan hukum serta forum peradilan yang berwenang dalam penyelesaian sengketa
  7. Masalah perlindungan konsumen, HAKI dan lainnya

Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ini memberi dua hal penting yaitu, pertama pengakuan transaksi elektronik serta dokumen elektronik dalam kerangka hukum perikatan dan juga hukum pembuktian, sehingga kepastian hukum transaksi elektronik ini bisa terjamin dan yang kedua diklasifikasikan tindakan yang termasuk kualifikasi pelanggaran hukum terkait dengan penyalahgunaan TI (Teknologi Informasi) disertai dengan sanksi pidananya. Dan dengan adanya pengakuan pada transaksi elektronik serta dokumen elektronik maka setidaknya kegiatan ecommerce ini memiliki basis legalnya.

Di era globalisasi dan juga perdagangan bebas saat ini, banyak sekali bermunculan berbagai macam produk barang atau pelayanan jasa yang dipasarkan pada para konsumen, baik lewat promosi, iklan atau penawaran dengan cara langsung.

Apabila anda tidak berhati-hati dalam memilih produk barang atau jasa yang diinginkan, maka konsumen hanya akan menjadi obyek eksploitasi dari para pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab. Dan tanpa disadari, konsumen menerima begitu saja barang atau jasa yang dikonsumsinya.

Kehadiran e-commerce ini memberi kemanjaan yang luar biasa terhadap para konsumen, sebab konsumen tidak perlu keluar rumah untuk berbelanja disamping itu pilihan barang atau jasapun beragam dengan harga yang relatif jauh lebih murah. Hal ini menjadi tantangan yang sangat positif dan sekaligus negatif. Dikatakan positif sebab kondisi tersebut bisa memberi manfaat untuk para konsumen untuk memilih dengan bebas barang atau jasa yang diinginkan.

Walaupun aspek hukum dalam bisnis online dan UU ITE ini sudah memberi pengaturan terkait permasalahan yang mungkin terjadi dalam perdagangan lewat sistem online ini, akan tetapi pada kenyataannya permasalahan ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengaturan UU ITE ini saja. Sebab sekarang ini, belum ada mekanisme pengaduan yang mudah untuk pihak yang menderita kerugian. Selain itu, mekanisme ini dinilai juga kurang cocok bila diterapkan pada sistem pengaduan dalam perdagangan bisnis online.

Hi, Thanks sudah berkunjung di Situs kami. Jangan lupa meninggalkan komentar anda dan jika tulisan kami bermanfaat Anda bisa bagikan Artikel ini ke Akun Social Anda.

About us and this blog

Galeri Digital merupakan Perusahaan Digital Marketing Agency No. 2 di Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Tantangan bagi bisnis kami adalah Bagaimana menjadikan Bisnis Anda dapat Bertumbuh, Mampu bersaing dan Maju di era Digital seperti saat ini.

Project Kami

RMB Travelindo

RMB Travelindo

REZEKI MEGA BUANA TRAVELINDO (RMB Travelindo) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang travel agent. Di…
View Project
jadiahli

Web Jadiahli.com

Jadiahli.com adalah Lembaga Pendidikan Keahlian yang Menjamin Muridnya langsung bisa kerja pada Perusahaan Ternama
View Project

More from our blog

See all posts
No Comments
 

Leave a Comment